contoh perencanaan perumahan sederhana

 Contoh-contoh perencanaan perumahan sederhana 

Atas dasar penentuan-penentuan yang telah diuraikan, antara lain misalnya . (Tujuan perencanaan perumahan sederhana), 6.3.4. (Pemilihan konstruksi yang cocok) dan 6.3.8 (Pembaharuan udara), maka pada perencanaan perumahan sederhana pada prinsipnya timbul dua kemungkinan dasar seperti berikut: 
Rumah kerangka dasar, merupakan suatu bangunan rangka dengan atap yang disediakan oleh industri pembangunan atau oleh pemerintah bagi penghuni. Penghuni dengan bantuan seorang ahli dapat mendirikan sendiri rumahnya dengan rangka kayu dan atap sederhana. Dinding, pintu, jendela dan sebagainya dipasang dan atau dibuat menurut kepentingan penghuni. Bisa pada permulaan dipilih bilik saja, bahan bangunan bambu yang murah, kemudian menurut kemampuan dipasang pintu dan jendela dan akhirnya bilik diganti 

 dengan isian tembok batu merah di antara konstruksi rangka kayuRumah inti, misalnya suatu ruang dan kamar mandi-dapur. Penting menjadi infrastruktur jalan, air minum, drainase dan listrik. Penghuni dapat memperbesar dan membentuk rumahnya sebebas mungkin menurut kemampuan dan keadaan keluarganya. Kemungkinan pembesaran rumah inti pada prinsipnya harus ke arah dua sisi dengan luasnya paling sedikit tiga kali luas intinya. Makin ' sederhana dan stabil inti makin lebih berharga bagi penghuni 

Perencanaan perumahan sederhana yang dapat diperbesar, disesuaikan dan dibenluk menurut kepentingan penghuni, harus kita perhatikan dengan khusus,“ sehingga bada setiap pembesaran, perubahan bentuk, proyeknya masih tampak sebagai 'ses lesai'. Walaupun pada suatu proyek seperti ini selalu ada perubahanperubahan dalam bentuk perumahan, kita harus menghindari kesan yang buruk (tempat baa ngunan yang tidak terhingga). 


Kemudian harus kita perhatikan dengan khusus arah angin, sinar matahari dan pembaharuan udara, sehingga semuanya dalam proyek yang berkembang selalu terjamin. Konstruksi-konstruksi dipilih sedemikian rupa sehingga pembongkaran dan perubahan konstruksi dan dinding lama yang dilakukan dengan tujuan untuk pembesaran rumah akan sekecil mungkin. Jikalau dinding-dinding harus dibongkar, pembangunannya dibuat dengan bahan bangunan bermutu tinggi supaya bahan bangunan sesudah dibongkar akan dapat digunakan kembali. Tinggi tiris atap harus dipilih sehingga tinggi langit-langit ruang yang akan diperbesar masih cukup. 

Ukuran instalasi teknik seperti air minum, listrik dan drainase selalu diperhitungkan sedemikian rupa, sehingga ukuran, garis-tengah, nilai dan sebagainya cocok dengan besarnya rumah yang terakhir dihendaki dan bukan pada rumah sederhana (inti) saja.
Bentuk rumah inti ini diambil dari rumah tradisional di Jawa yang,  (Konstruksi-konstruksi minimal), merupakan suaul konstruksi minimal yang paling menguntungkan para penghuni. 

Berbeda dengan rumah kerangka dasar, pada contoh ini dipilih pondasi batu kali dan lantai yang terletak langsung di atas tanah. Atap sengkuap muka dan belakang dilapisi dengan asbes semen bergelombang, atap inti dengan atap pelana dengan genting flam yang murah dan dapat dipasang pada reng dan kasau dari bambu oleh penghuni sendiri. Jika perlu atau bila penghuni menginginkan, dapat dipasang langit-langit di dalam, sebaiknya dipilih anyaman bambu sehingga udara dapat mengalir dengan mudah dan pembaharuan udara selalu terjamin. 
Bahan bangunan yang dipilih terutama batu buatan batako dan kayu/ bambu. Dinding batako luar dipilih setebal 20 cm sehingga sinar panas matahari tidak akan mudah memanaskan udara di dalam rumah tersebut. Jendela-jendela tanpa kaca, dengan kawat nya'muk saja, dilindungi dengan krepyak (yalusil. Ketentuan-ketentuan konstruksi yang perlu diperhatikan dapat dilihat 

Komentar