rumah inti






Rumah inti 

Rumah inti (core houses) yang disediakan di Indonesia sampai sekarang ialah rumah inti yang berdiri sendiri atau rumah inti ganda. Oleh karena itu dalam buku ini kami mengusulkan pembangunan rumah inti berangkai atau berkelompok seperti telah diperhatikan (Pembentukan organisasi denah pada rumah sederhana berempat). 

Rumah inti sebagai rumah sederhana yang berangkai dengan inti terletak di permukaan tanah selalu menjamin kontak manusia dengan bumi, suatu hal pSIkologIs 

yang penting sekali di Indonesia dengan penduduknya yang masih bersikap “'ra" Pembesaran inti-ke atas dengan pembangunan lantai atas direncanakan selmbang dengan perkembangan keluarga secara fisis dan kebatinan. 

a) Pembentukan rumah inti 

Bentuk rumah inti ini diambil dari rumah tradisional di Jawa yang, seperti telah diterangkan pada bab 5 (Konstruksi-konstruksi minimal), merupakan suaul konstruksi minimal yang paling menguntungkan para penghuni. 

Berbeda dengan rumah kerangka dasar, pada contoh ini dipilih pondasi batu kali dan lantai yang terletak langsung di atas tanah. Atap sengkuap muka dan belakang dilapisi dengan asbes semen bergelombang, atap inti dengan atap pelana dengan genting flam yang murah dan dapat dipasang pada reng dan kasau dari bambu oleh penghuni sendiri. Jika perlu atau bila penghuni menginginkan, dapat dipasang langit-langit di dalam, sebaiknya dipilih anyaman bambu sehingga udara dapat mengalir dengan mudah dan pembaharuan udara selalu terjamin. 

b) Konstruksi rumah inti 

Bahan bangunan yang dipilih terutama batu buatan batako dan kayu/ bambu. Dinding batako luar dipilih setebal 20 cm sehingga sinar panas matahari tidak akan mudah memanaskan udara di dalam rumah tersebut. Jendela-jendela tanpa kaca, dengan kawat nya'muk saja, dilindungi dengan krepyak (yalusil. Ketentuan-ketentuan konstruksi yang perlu diperhatikan dapat dilihat pada bab 6.4.1 .b) (Konstruksi rumah kerangka dasar). 

c) Pembangunan rumah inti 

Sebagai contoh pembangunan dan perkembangan" suatu perumahan sederhana berangkai, kita perhatikan pertama gambar-gambar suatu proyek dari international design competition for the urban environment of developing countries focused on Manila oleh arsitek Steven M. Holl, James L. Tanner dan John Crop! per33l; 

Pembangunan rumah inti di indonesia dapat dilakukan oleh organisasi-organisasi pemerintah (misalnya PERUMNAS) atau swasta dengan bantuan penghuni, misalnya pemasangan atap genting, langit-langit, pembuatan lapisan lantai, pengecatan dinding, penyelesaian kebun, pagar dan sebagainya.  

Pembesaran rumah inti (25 m?) pada proyek berikut dapat dilakukan sebagai berf ikut: ' 

-memperbesar serambi muka sampai lebarnya 2.7_0 m, jendela dari belakang dipindah ke muka dan ruang tamu/ makan menjadi berukuran sebesar 25 m2 (dahulu 12,5 m2) 

memasang tangga di samping inti, menaikkan atap inti dan memasang sebuah konstruksi loteng dengan lantai atas yang menghasilkan kamar tidur tambahan diatas selebar 7,3 m2

Komentar